Rekrutmen Tenaga Kerja Sukarela Kementerian Ketenagakerjaan

Rekrutmen Tenaga Kerja Sukarela Kementerian Ketenagakerjaan

Rekrutmen Tenaga Kerja Sukarela Kementerian Ketenagakerjaan – sentraloker.net – Kementerian Ketenagakerjaan kembali membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan universitas terbaik untuk ikut memajukan bangsa dengan bergabung sebagai :

  • Tenaga Kerja Sukarela

Persyaratan :

  • Berminat mendampingi masyarakat
  • Pendidikan S1 dan sederajat
  • Usia maksimal 35 tahun
  • Sehat jasmani dan bebas narkoba
  • Berdomisili di Kab / Kota lokasi kelompok usaha masyarakat
  • Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan pihak pemerintah dan non pemerintah
  • Diutamakan mempunyai rintisan usaha dan jejaring kemitraan

Persyaratan administrasi (Scan Berkas) :

  1. KTP
  2. Ijasah sarjana
  3. Kartu AK-1
  4. Surat lamaran
  5. Sertifikat pengalaman kerja / pendampingan / pendidikan / ketrampilan

Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengunjungi link di bawah ini :

Keterangan Lain :

  • Hanya kandidat dengan kualifikasi terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut
  • Seleksi & rekrutmen Tenaga Kerja Sukarela Kemnaker ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 24 Maret 2019

Tentang Program Pendayagunaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS)

Rekrutmen Tenaga Kerja Sukarela Kementerian Ketenagakerjaan

Program Pendayagunaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) adalah salah satu program prioritas Kementerian Ketenagakerjaan yang bertujuan untuk mendayagunakan para sarjana dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat di perdesaan. Program ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1968, dahulu bernama Program Pendayagunaan Tenaga Kerja Sukarela – Badan Urusan Tenaga Sukarela Indonesia (TKS-BUTSI) sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 99/Kpts/1968 tentang Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela Indonesia. Dalam perkembangannya, program ini telah mengalami berbagai pasang surut perubahan, mulai dari perubahan istilah, kelembagaan hingga fase penghentian kegiatan (masa vakum). Beberapa istilah yang pernah digunakan dalam program ini antara lain Tenaga Kerja Sukarela, Tenaga Kerja Sarjana (TKS), Tenaga Penggerak Perluasan Kesempatan Kerja Perdesaan (TP2K2P) hingga kembali menggunakan istilah Tenaga Kerja Sarjana. Meski telah mengalami beberapa kali perubahan istilah, namun kegiatan yang dijalankan tersebut sebenarnya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Dalam program pendayagunaan TKS, para sarjana yang potensial dan memiliki motivasi tinggi mengabdi kepada masyarakat, direkrut, dilatih kemudian ditugaskan selama dua tahun menjadi pendamping kelompok usaha masyarakat peserta program perluasan kesempatan kerja, seperti program padat karya, terapan teknologi tepat guna, dan kegiatan kewirausahaan yang dibina langsung oleh Kemnakertrans melalui Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal (PKK-PTKSI).

Kini Kemnaker kian gencar membuka jejaring kemitraan (linked) dengan berbagai instansi/organisasi, baik pemerintah maupun non pemerintah, dalam lingkup nasional maupun internasional seperti kementerian, dinas-dinas (SKPD) pemda, BUMN, perbankan, lembaga pendidikan dan pelatihan, dan lembaga pemberdayaan dan pendampingan masyarakat ditingkat nasional maupun internasional. Kemnaker berharap kegiatan pemberdayaan masayarakat dalam rangka penciptaan kesempatan kerja serta pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan mendapatkan dukungan signifikan dari berbagai pihak dan mampu mencapai hasil yang optimal.