Rekrutmen Program Magang BINA BNI Sulawesi, Maluku

Lowongan Program Magang BINA BNI Sulawesi – sentraloker.net – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BNI kembali membuka kesempatan berkarir di dunia perbankan bagi Warga Negara Indonesia Terbarik dengan posisi lowongan kerja sebagai berikut :

  • Program Magang BINA BNI

Posisi :

  • Teller
  • Administrasi

Area Penempatan :

  1. Sulawesi Utara
  2. Sulawesi Tengah
  3. Gorontalo
  4. Maluku Utara

Persyaratan dan kualifikasi :

  • Pria / Wanita
  • Tinggi badan Pria : min. 165cm, Wanita : min. 155cm
  • Usia 18-25 tahun terhitung padaa saat seleksi
  • Pendidikan SMA / sederajat s/d S1 dengan syarat : Rata-rata nilai rapor semester 5 & 6 untuk SMA/setara min 7.0, IPK untuk D1 – S1 minimal 2.5
  • Belum memiliki pengalaman kerja
  • Belum menikah & bersedia tidak menikah selama masa pemagangan
  • Tidak pernah terlibat narkoba atau pelanggaran hukum lainnya, yang dibutkikan dengan SKCK
  • Telah mendapatkan persetujuan dari orang tua/wali, yang diutkikan dengan surat persetujuan yang ditandatangani oleh orang tua/wali bersangkutan
  • Formulir lamaran wajib dilengkapi dengan foto berwarna ukuran postcard (seluruh badan tampak depan dan samping, setengah badan dan close up), data tinggi dan berat badan, akun media sosial

Tata Cara Pelamaran Program Magang BINA BNI Sulawesi

Silakan mengirimkan lamaran ke alamat berikut ini :

Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu/Kantor Kas BNI terdekat

Lain – lain:

  • Pendaftaran Program Magang BINA BNI Sulawesi dibuka sampai dengan 28 September 2018.

Tentang BNI

Bank BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BNI merupakan sebuah institusi perbankan milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. BNI berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46’. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat – ‘Bank BNI’ – ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian – ’46’ – digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh perusahaan anak: Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities dan BNI Life Insurance.