Rekrutmen Program Magang BINA BNI Denpasar, NTB

Rekrutmen Program Magang BINA BNI Denpasar – sentraloker – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BNI kembali membuka kesempatan mengembangkan karir di dunia perbankan bagi Warga Negara Indonesia Terbarik dengan posisi lowongan kerja sebagai berikut :

  • PROGAM MAGANG (Bina BNI)

Persyaratan :

  • Pria atau wanita berpenampilan menarik
  • Tinggi badan untuk pria minimal 165 cm
  • Tinggi badan untuk wanita minimal 157 cm
  • Usia 18 sampai 25 tahun terhitung pada saat pendaftaran 11 November 2018
  • Pendidikan minimal SMA hingga sarjana S1
  • Nilai rata-rata pada rapor semester 5 dan 6 untuk SMA sederajat minimal 7
  • IPK untuk D1 hingga S1 minimal 2,5
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani program magang
  • Sehat jasmani dan rohani dan tidak buta warna disertai surat keterangan dokter
  • Tidak pernah terlibat narkoba dan pelanggaran hukum lainnya (disertai SKCK)
  • Fresh graduated dan belum memiliki pengalaman kerja

Pendaftaran

Silakan Lamaran dapat disampaikan ke :

Kantor Cabang / Kantor Cabang Pembantu / Kantor Kas BNI terdekat
(Area Denpasar, NTB dan Sekitarnya)

Keterangan Lain :

  • Seluruh tahapan dalam proses rekrutmen BINA BNI ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Lamaran diterima selambat-lambatnya pada tanggal 11 November 2018
  • Link Sumber

Tentang BNI

Magang BINA BNI YogyakartaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BNI merupakan sebuah institusi perbankan milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. BNI berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46’. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat – ‘Bank BNI’ – ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian – ’46’ – digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh perusahaan anak: Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities dan BNI Life Insurance.