Rekrutmen Perum PFN

Rekrutmen Perum PFN – (Produksi Film Negara)

Posted by: on July 11, 2020

Rekrutmen Perum PFN – sentraloker.net – Perum Produksi Film Negara sedang membuka kesempatan berkarir bagi Warga Negara Indonesia terbaik untuk bergabung dalam Perum PFN dengan mengisi posisi sebagai berikut :

Staff SDM

Pesyaratan Umum:

  • Pria/Wanita
  • Usia maksimal 27 tahun
  • Problem solver
  • Analytical Thinking
  • Jujur dan detail
  • Sistematis dalam bekerja
  • Dapat bekerjasama dalam tim dan individu
  • Dapat bekerja dengan tenggat waktu

Pesyaratan Khusus:

  • Pendidikan S1 Psikologi/Manajemen/Hukum
  • Pengalaman minimal 2 tahun sebagai HRD
  • Pernah mengikuti pelatihan HR

Magang

Pesyaratan Umum:

  • Pria/Wanita
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Mampu mendesain grafis & video editing
  • Menguasai program desain komunikasi
  • Jujur dan teliti
  • Sistematis dalam bekerja
  • Dapat bekerja dalam tim maupun individu
  • Kemampuan belajar cepat & pengembangan diri

Pesyaratan Khusus:

  • S1/Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Komunikasi Visual/Desain Grafis/Multimedia/Public Relation

Pendaftaran

Silakan kirim Lamaran dan CV Anda ke alamat email berikut ini :

  • [email protected] dengan Subject email: SDM_Nama (posisi : Staff SDM), MAGANG_Nama (Posisi : Magang)

Keterangan Lain :

  • Hanya pelamar terbaik yang akan dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
  • Proses rekrutmen Perum PFN ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Link Sumber

Rekrutmen Perum PFN

Tentang Perum Produksi Film Negara (PFN)

Perum Produksi Film Negara atau biasa disebut dengan singkatan PFN adalah perusahaan Indonesia jenis BUMN yang berkiprah di bidang perfilman. PFN merupakan salah satu perintis industri film di Indonesia pada saat terbentuk. PFN berawal dari perusahaan Java Pacific Film (JPF) yang didirikan oleh Albert Balink di Batavia. JPF mengalami beberapa pergantian nama sebelum akhirnya menjadi PFN pada tahun 1975.

Terbentuknya perusahaan PFN diawali dengan pendirian perusahaan film oleh Albert Balink pada tahun 1934 yang bernama Java Pacific Film. Java Pacific Film terpisah dengan Kolonial Institute atau Institut Kolonial yang pada 1919 memproduksi film “Onze Oost” atau “Timur Milik Kita”. Kelahiran Java Pacific Film justru bersamaan dengan pembentukan Nederlandsch Indiche Bioscoopbond (Gabungan Bioskop Hindia) dan Film Commisie (cikal bakal Lembaga Sensor Film). Pada tahun 1936 nama Java Pacific Film berubah menjadi Algemeene Nederlands Indiesche Film (ANIF). Perusahaan ini memfokuskan diri pada pembuatan film cerita dan film dokumenter.

Masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942 disertai dengan pengambilalihan seluruh kekayaan yang berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda oleh pihak Jepang, salah satunya adalah ANIF. Dari aset-aset perusahaan ANIF Tentara Kekaisaran Jepang kemudian mendirikan sebuah perusahaan perfilman yang diberi nama Nippon ii Eiga Sha yang berada di bawah pengawasan Sendenbu. Film yang diproduksi Nippon Eiga Sha pada umumnya bertujuan sebagai alat propaganda politik Jepang sebagai pemersatu Asia.

Nippon Eiga Sha didirikan pada bulan April 1943 oleh pemerintah pendudukan Jepang di Jakarta. Tenaga Pribumi-Nusantara yang bekerja dalam perusahaan itu yaitu Raden Mas Soetarto, yang sudah berpengalaman di bidang film dan diangkat sebagai juru kamera; ia menjadi orang Pribumi-Nusantara pertama dalam kedudukan itu. Ketika Nippon Eiga Sha berdiri, Soetarto diangkat oleh Jepang sebagai wakil pimpinan perusahaan merangkap Ketua Karyawan Indonesia dan juru kamera.