Rekrutmen RSUD dr Soedarso

Lowongan Rekrutmen RSUD dr Soedarso Pontianak

Posted by: on November 9, 2020

Rekrutmen RSUD dr Soedarso – sentraloker.net – Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedarso Pontianak sedang membuka kesempatan berkarir bagi Warga Negara Indonesia Terbaik melalui Lowongan Kerja Terbaru untuk mengisi posisi pekerjaan sebagai :

Dokter Umum

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Dokter Umum
  • Kebutuhan : 7 Orang

Perawat

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal D-III Keperawatan
  • Kebutuhan : 36 Orang

Bidan

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal D-III Kebidanan
  • Kebutuhan : 5 orang

Analis Kesehatan

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal D-III Analis Kesehatan
  • Kebutuhan : 5 orang

Pramusaji

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal SMU
  • Kebutuhan : 5 orang

PRT (Pengurus Rumah Tangga Ruangan)

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal SMU
  • Kebutuhan : 5 orang

PAD (Pengadministrasi Ruangan)

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal SMU
  • Kebutuhan : 3 orang

Portir

Persyaratan :

  • Kualifikasi Pendidikan : Minimal SMU
  • Kebutuhan : 3 orang

Persyaratan Umum :

  • Warga Negara Indonesia
  • Khusus bagi wanita tidak sedang hamil dan menyusui
  • Tidak terikat kontrak kerja di lnstansi lainnya
  • Bersedia ditempatkan di ruangan Covid-19
  • Materai 6000 dibawa saat test wawancara 1 buah
  • Kontrak Kerja sampai bulan Desember 2020
  • Persyaratan Administrasi :
  • Surat Lamaran
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Surat Pernyataan bermaterai 6000 (contoh terlampir)
  • Fotocopy ljazah 1 Lembar
  • Fotocopy STR yang masih berlaku 1 Lembar (bagi tenaga Dokter Umum, Perawat, Bidan, Analis Kesehatan)
  • Foto Copy KTP 1 Lembar
  • Pas Foto berwarna ukuran 4X6 sebanyak 2 Lembar

Pendaftaran

Surat lamaran ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, semua dokumen dimasukkan kedalam amplop coklat dan diserahkan ke :

Panitia Rekrutmen Tenaga Relawan dengan kontak person Kepala Sub Bagian Umum dan Aparatur (WA.081346570765) dan Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan (WA.081345580524) atau ke Pelayanan Publik Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Jadwal Penerimaan :

  • Penerimaan Lamaran : 9 November s/d 11 November 2020
  • Seleksi Administrasi : 12 November 2020
  • Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi : 12 November 2020 Jam 15.00 WIBA
  • Seleksi Wawancara : 13 November 2020 Jam 08.00 – selesai
  • Pemeriksaan Swab : 13 November 2020 Jam 08.00 – selesai
  • Pembekalan di RSUD dr.Soedarso : 16 November 2020 Jam 08.00 – selesai

Hak dan Kewajiban

Hak:

  • Menerima Honor Relawan RP. 2.339.700,-
  • Menerima lnsentif Rp.100.000,- per orang per hari maksimal 25 hari dalam satu bulan sesuai dengan jadwal piket I kehadiran.

Hak (Khusus Dokter) :

  • Menerima Honor Relawan RP. 2.339.700,-
  • Menerima lnsentif Rp.100.000,- per orang per hari maksimal 25 hari dalam satu bulan sesuai dengan jadwal piket I kehadiran atau menerima insentif dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp. 10.000.000,- perbulan

Kewajiban:

  • Bekerja sesuai SOP
  • Melaksanakan Jadwal Kerja
  • Mengikuti ketentuan lainnya yang diatur oleh manajemen RSUD dr.Soedarso

Keterangan Lain :

  • Hanya kandidat terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut.
  • Seleksi dan rekrutmen RSUD dr Soedarso ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Lamaran diterima maksimal pada tanggal 11 November 2020.
  • Download form dan pengumuman lengkap, silakan buka laman : Link Sumber

Tentang RSUD dr Soedarso

Rekrutmen RSUD dr Soedarso

Rumah Sakit Umum Daerah – RSUD dr Soedarso adalah sebuah Rumah Sakit yang beralamat di Jl. DR. Soedarso No.1, Bangka Belitung Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78111.

Dokter Mas Soedarso atau dr. Soedarso merupakan salah satu pejuang kemerdekaan pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Kalimantan Barat. Pada 20 Mei 1959, ia dipilih sebagai rektor pertama Universitas Daya Nasional (saat ini bernama Universitas Tanjungpura). Pada tanggal 24 November 1976, namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soedarso, yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dokter Soedarso mengawali pengabdiannya di Kalimantan Barat pada Februari 1938. Dia ditugaskan di Kabupaten Sanggau. Dia kemudian ditunjuk sebagai petugas medis cadangan kelas dua pada tahun 1941, bersama Lie Giok Tjoan dan Rubini. Pada bulan Maret 1944, Soedarso dipindahkan ke Singkawang, kemudian tahun 1945 pindah ke Pontianak.

Ketika dokter-dokter Jepang meninggalkan Rumah Sakit Umum Sei Jawi (Saat ini Rumah Sakit St Antonius Pontianak), dokter Soedarso mengambil alih tanggung jawab untuk sementara waktu. Pada tahun 1945, dokter Soedarso juga ditugaskan sebagai dokter pemerintah di Rumah Sakit Jiwa Pontianak dan Ngabang. Kemudian pada tahun 1958 hingga 1971, dia menjabat sebagai inspektur kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Dokter Soedarso juga pernah memimpin batalion rahasia Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) divisi (B) yang menangani Kalimantan Barat dan bermarkas di Pontianak. Pada tanggal 2 Mei 1947, dr Soedarso sebagai ketua Gabungan Angkatan Pemuda Indonesia (GAPI) mengadakan kongres pemuda dan mengundang semua organisasi pemuda di Kalimantan Barat. Tahun 1948, Belanda menghukum dokter Soedarso selama enam tahun penjara. Dia dituduh “gerakan gelap dalam waktu keadaan bahaya”. Dia sempat dipindahkan ke Penjara Cipinang Batavia.

Saat terjadi pemogokan di Kalimantan Barat karena masih berlakunya hukum-hukum kolonial tahun 1950, Soedarso sebagai sekretaris misi parlemen Kalimantan Barat yang diketuai oleh Lukman Wiriadinata. Mereka berperan dalam tercapainya kesepakatan antara Dewan Kalimantan Barat dan Komite Nasional.

Dalam bidang pendidikan, dokter Soedarso merupakan dewan kurator atau pengawas (1959-1961). Dia juga adalah salah satu pelopor berdirinya Universitas Daya Nasional (kemudian berubah menjadi Universitas Dwikora, Universitas Negeri Pontianak, dan saat ini Universitas Tanjung Pura atau UNTAN) beserta beberapa tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan barat. Mereka, antara lain, Edy Kresno, J.C. Oevang Oeray, R. Wariban, Ismail Hamzah, Ibrahim Saleh, M.A. Rani, Hasnol Kabrim Mr. A.S. Saripada, H.A. Manshur, dan D. Suhardi. Saat awal berdiri, universitas ini memiliki dua fakultas, yaitu fakultas Hukum dan fakultas Ekonomi. Orang yang pertama kali masuk dan menjadi alumnus fakultas Hukum, yaitu bupati Kapuas Hulu tahun 1975-1980, Ali As.

Dokter Soedarso juga mendirikan Sekolah Pendidikan Bidan di Pontianak, Sekolah Juru Kesehatan di Sintang dan Ketapang, dan ikut mengusahakan berdirinya Sekolah Kejuruan di Pontianak.