Rekrutmen PDAM Kabupaten Wonosobo

Lowongan Rekrutmen PDAM Kabupaten Wonosobo

Posted by: on August 4, 2020

Rekrutmen PDAM Kabupaten Wonosobo – sentraloker.net – PDAM Tirta Aji Kabupaten Wonosobo sedang membuka kesempatan berkarir bagi Warga Negara Indonesia terbaik melalui Lowongan Kerja Terbaru untuk mengisi posisi pekerjaan sebagai berikut :

OFFICER DEVELOPMENT PROGRAM (ODP)
Jumlah 16 orang Pria dan 4 Orang Wanita

Persyaratan Umum:

  • Warga Negara Republik Indonesia
  • Pria atau Wanita
  • Bersusia maksimal 21 tahun pada tanggal 01 Sepetember 2020
  • Usia pelamar ditentukan berdasarkan tanggal lahir yang tercantum pada ijazah, raport yang digunakan sebagai dasar mengajukan lamaran
  • Sehat jasmani dan rohani (Dibuktikan dengan surat keterangan Dokter dari RSU)
  • Berkelakuan baik dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Ijin orang Tua untuk mengikuti Program Ikatan Dinas Officer Development Program (ODP)

Persyaratan Khusus:

  • Lulusan SMA/SMK/MA tahun 2018 s/d 2020
  • Rangking 1-5 pada sekolah atau nilai rata-rata raport minimal 85 pada semester 1-5 pada Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan 1 Mata pelajaran pilihan/Kepeminatan
  • Aktif berorganisasi didalam dan diluar sekolah
  • Mampu bekerja secara individu dan tim
  • Bersedia tidak menikah selama menjalani ikatan Dinas ODP
  • Bersedia mengikuti program pendidikan ikatan Dinas ODP
  • Memiliki motivasi yang kuat untuk belajar dan bekerja
  • Bersedia ditempatkan pada semua kantor pelayanan PDAm Kabupaten Wonososbo, setelah menyelesaikan pendidikan

Persyaratan berkas lamaran :

  • Form pendaftaran
  • Surat lamaran ditulis tangan ditujukan kepada Direktur Utama PDAM Kabupaten Wonosobo
  • Daftar riwayat hidup dengan mencantumkan no HP/WA dan e-mail aktif
  • Fotocopy KTP/KK dilegalisir Kantor Dukcapil/Kecamatan
  • Fotocopy raport semester 1-5 yang dilegalisir Kepala Sekolah
  • Fotocopy ijazah/keterangan lulus yang dilegalisir Kepala Sekolah
  • Fotocopy nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir Kepala Sekolah
  • Surat keterangan prestasi/peringkat di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ekstrakulikuler yang dilegalisir Kepala Sekolah
  • Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Pas foto berwarna ukuran 4X6 sebanyak 2 lembar dengan latar belakang warna merah
  • Surat pernyataan calon peserta seleksi
  • Surat persetujuan / ijin dari orang tua untuk mengikuti program ikatan dinas Officer Development Program PDAM KAbupaten Wonosobo

Tata Cara Pendaftaran

Pelamar mengisi form lamaran secara online pada tautan berikut ini :

Kemudian berkas lamaran dikirimkan ke :

Panitia Seleksi Penerimaan ODP PDAM Kabupaten Wonosobo
Jl. R. Mangoenkoesoemo No. 2 Wonosobo 56311

Keterangan Lain :

  • Seleksi dan rekrutmen PDAM Wonosobo ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Hanya kandidat terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut.
  • Surat lamaran dikirim mulai tanggal 3 Agustus Cap Pos Kilat dan paling lambat dikirim tanggal 10 Agustus 2020.
  • Info keterangan lebih lanjut, silakan download pengumuman selengkapnya : Klik Disini

Tentang PDAM Kabupaten Wonosobo

Rekrutmen PDAM Kabupaten Wonosobo

PDAM Wonosobo adalah sebuah perusahaan daerah milik pemerintah Kabupaten Wonosobo yang bergerak di bidang penyediaan air minum. Sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo tidak dapat dilepaskan dari kisah tiga pengembara, yang masuk ke wilayah ini pada awal abad 17 lalu. Ketiga orang itu, Kyai Kolodete, Kyai Karim, dan Kyai Walik, kemudian berpisah dan menempati tiga wilayah berbeda. Kyai Kolodete membuka permukiman di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim di sekitar Kalibeber, dan Kyai Walik memilih wilayah yang kini menjadi Kota Wonosobo. Dari ketiga orang itu pula, muncuk anak keturunan yang di kelak kemudian hari menjadi para penguasa di seputar Wonosobo.

Seperti salah seorang cucu Kyai Karim, yang sering juga disebut Ki Singowedono. Setelah mendapat hadiah dari Keraton Mataram, berupa sebuah wilayah di Selomerto, Ki Singowedono kemudian bergelar Tumenggung Jogonegoro. Jejak Tumenggung Jogonegoro dapat ditemukan di makamnya, di Desa Pakuncen, Selomerto.

Dari Selomerto itu pula, sejarah asal kata Wonosobo diyakini bermula. Banyak pihak meyakini, kata Wonosobo berasal dari sebuah dusun di Desa Polobangan, Selomerto. Dusun bernama Wanasaba tersebut didirikan oleh Kyai Wanasaba. Dusun kecil tersebut hingga kini masih ada, dan banyak dikunjungi para peziarah, yang ingin berdoa di makam Kyai Wanasaba, Kyai Goplem, Kyai Putih, dan Kyai Wan Haji.

Sejarah Kabupaten Wonosobo juga berkaitan erat dengan masa perang Diponegoro. Di rentang tahun 1825-1830, wilayah Wonosobo menjadi salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro. Bersama Imam Misbach, atau dikenal pula dengan nama Tumenggung Kertosinuwun, Tumenggung Mangkunegaran, dan Gajah Permodo, Kyai Muhammad Ngarpah berjuang melawan pendudukan Belanda di wilayah Wonosobo. Dalam sebuah pertempuran, Kyai Muhammad Ngarpah berhasil meraih kemenangan pertama, sehingga kemudian diberikan gelar Tumenggung Setjonegoro.

Tumenggung Setjonegoro, yang mengawali kekuasaannya berada di Ledok, Selomerto kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke kawasan Kota Wonosobo sekarang, setelah menjadi Bupati pertama Wonosobo. Pemindahan pusat pemerintahan tersebut, setelah dikaji oleh Tim Peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada (UGM) bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), para sesepuh dan beberapa tokoh, termasuk pimpinan dewan perwakilan rakyat, dalam sebuah seminar, pada 28 April 1994, kemudian diyakini terjadi pada tanggal 24 Juli 1825. Tanggal 24 Juli itu pula, yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.