Rekrutmen BRI Ponorogo

Lowongan Rekrutmen BRI Ponorogo

Posted by: on March 3, 2021

Rekrutmen BRI Ponorogo – sentraloker.net – BRI Kantor Cabang Ponorogo sedang membuka kesempatan berkarir bagi WNI Terbaik melalui Lowongan Kerja Terbaru guna mengisi posisi perbankan sebagai berikut :

  • Customer Service/Teller Magang

Kualifikasi :

  • Pendidikan minimal D3/S1
  • IPK minimal 2.75
  • Usia maksimal 24 tahun (belum berulang tahun ke 25)
  • Berpenampilan menarik dan dapat berkomunikasi dengan baik
  • Tinggi badan Pria minimal 160 cm dan Wanita minimal 155 cm
  • Status belum menikah
  • Diutamakan berdomisili di Ponorogo
  • Penempatan PT BRI (Persero) Kantor Cabang Ponorogo

Berkas Lamaran :

  • Foto Terbaru berwarna ukuran 4×6 dan 4R (seluruh badan memakai pakaian kerja) masing-masing 1 (satu) lembar
  • Fotocopy KTP Ponorogo yang masih berlaku atau berdomisili Ponorogo (diproriataskan)
  • Surat lamaran
  • Fotocopy ijazah D3/S1 yang sudah dilegalisir
  • Fotocopy Transkrip Nilai akademik yang sudan dilegalisir
  • Fotocopy surat keterangan akreditasi dari Unversitas/Fakultas
  • Fotocopy surat/akte kelahiran dan Kartu Keluarga (KK)
  • Asli surat keterangan belum menikah dari kantor kelurahan/kantor Camat/Catatan Sipli setempat yang berlaku

Pendaftaran

Surat lamaran diantar langsung (Seleksi Performance) di bawah ini :

PT BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Ponorogo
Jl. Soekarno Hatta No. 28 Ponorogo, Jawa Timur

Keterangan Lain :

  • Untuk berkas lamaran harap disusun/diatur sesuai dengan urutan yang tertera diatas dan lamaran diserahkan lansung ke Kantor Cabang Ponorogo dan hanya diterima pada tanggal 3 dan 4 Maret 2021 Pukul 09 s/d 15.00 Wib
  • Seleksi dan rekrutmen BRI Ponorogo ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Hanya kandidat terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut.

Tentang BRI Ponorogo

Rekrutmen BRI Ponorogo

Bank Rakyat Indonesia – BRI merupakan salah satu instansi perbankan milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Sejarah berdirinya Bank BRI awalnya didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja, Purwekerto, Jawa tengah, beliau memberikan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang memiliki arti “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, Pada saat itu BRI merupakan salah satu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.