Lowongan & Rekrutmen BRI KC Lumajang

Posted by: on January 16, 2019

Rekrutmen BRI KC Lumajang – sentraloker.net – Bank BRI sedang membuka kesempatan berkarir bagi WNI terbaik melalui Lowongan Kerja BRI terbaru untuk megnisi posisi sebagai berikut :

  • Frontliner

Kualifikasi :

  • Pria/Wanita
  • Pendidikan minimal D3 (belum berulang tahun yang ke 23) atau S1 (belum berulang tahun yang ke 25) semua jurusan dari Universitas terakreditasi minimal B dengan nilai IPK minimal 3.00
  • Tinggi badan minimal untuk Wanita 160 cm, Pria 165 cm
  • Belum perna menikah
  • Berpenampilan menarik
  • Mampu mengoperasikan komputer (Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point)
  • Bertanggung jawab, cekatan, teliti,komunikatif, dan mampu bekerja keras dibawah tekanan

Persyaratan berkas lamaran :

  1. Surat Lamaran kepada BRI
  2. Foto berwarna 4×6 (2 lembar), seluruh badan tampan depan (2 lembar)
  3. Daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae)
  4. Copy Ijazah dan Transkrip Nilai terakhir (legalisir)
  5. Copy Surat Kelakuan Baik dari Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku
  6. Copy Kartu Keluarga
  7. Copy Akte Kelahiran
  8. Surat Keterangan Belum Menikah

(Berkas lamaran disusun secara berurutan)

Pendaftaran

Berkas surat lamaran dapat langsung diserahkan sendiri atau di kirimkan kepada :

Panitia Penyelenggaraan Recruitment BRI Kantor Cabang Lumajang
Bagian Kesekretariatan dan SDM
Jl. Alun alun Selatan No 3 Lumajang

Keterangan Lain :

  • Lamaran diterima maksimal pada tanggal 18 Januari 2019.
  • Proses rekrutmen calon pegawai BRI Lumajang ini tidak dipungut biaya apa pun.
  • Hanya kandidat terbaik yang akan dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut.

Tentang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Rekrutmen BRI KC Lumajang

Bank Rakyat Indonesia – BRI adalah salah satu instansi perbankan milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Sejarah berdirinya Bank BRI awalnya didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja, Purwekerto, Jawa tengah, beliau memberikan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang memiliki arti “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, Pada saat itu BRI merupakan salah satu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.