Rekrutmen BRI Bandung

Lowongan Rekrutmen BRI Bandung

Posted by: on September 15, 2020

Rekrutmen BRI Bandung – sentraloker.net – Bank BRI Kanwail Bandung sedang membuka kesempatan berkarir bagi Warga Negara Indonesia terbaik melalui Lowongan Kerja Terbaru untuk mengisi posisi pekerjaan sebagai :

Relationship Manager (RM) Kredit

Tugas dan Tanggung Jawab Utama:

  • Melaksanakan kegiatan identifikasi potensi dan kompetisi bisnis kredit, pemasaran terpadu (Integrated Banking Solution) dan monitoring portofolio kredit, dana, dan jasa bank lainnya, pengendalian kualitas kredit dan penanganan kredit bermasalah.

Relationship Manager (RM) Dana

Tugas dan Tanggung Jawab Utama:

  • Melaksanakan kegiatan identifikasi potensi dan kompetisi bisnis dana, pemasaran terpadu (Integrated Banking Solution) dan monitoring portofolio dana serta jasa bank lainnya.

Kualifikasi :

  • Pria dan Wanita.
  • Berpenampilan menarik.
  • Diutamakan Pendidikan S.1 dari Universitas / Perguruan Tinggi akreditasi diutamakan “A”, dengan IPK min 2.75 (skala 4).
  • Usia maksimal 25 tahun (belum berulang tahun ke-26 pada saat seleksi awal).
  • Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan SKCK.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik.
  • Menyukai tantangan dan memiliki network yang luas.
  • Bersedia ditempatkan di seluruh Unit Kerja BRI.
  • Diutamakan berdomisili di Unit Kerja setempat.

Pendaftaran

Para peminat dapat melakukan pendaftaran secara online dengan membuka tautan berikut ini :

Keterangan Lain :

  • Pendaftaran dilakukan dengan memilih Kantor Wilayah BRI yang sesuai dengan domisili dan posisi jabatan yang diminati.
  • Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
  • Seleksi dan rekrutmen Calon Pegawai Bank BRI ini tidak dipungut biaya.
  • Pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 22 September 2020.

Tentang BRI Bandung

Rekrutmen BRI Bandung

Bank Rakyat Indonesia – BRI adalah salah satu instansi perbankan milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Sejarah berdirinya Bank BRI awalnya didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja, Purwekerto, Jawa tengah, beliau memberikan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang memiliki arti “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, Pada saat itu BRI merupakan salah satu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.