Rekrutmen BNI Boyolali

Lowongan Rekrutmen BNI Boyolali

Posted by: on June 27, 2020

Rekrutmen BNI Boyolali – sentraloker.net – BNI Cabang Boyolali sedang membuka kesempatan berkarir bagi Lulusan terbaik melalui Lowongan Kerja Terbaru untuk mengisi posisi sebagai berikut :

  • Bina BNI

Persyaratan :

  • Latar belakang pendidikan: Minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sarjana
  • Nilai minimal semester 5 dan 6 semester adalah 7,00 untuk lulusan Sekolah Menengah Atas
  • IPK minimal 2,50 untuk lulusan Diploma 1, Diploma 3 dan Sarjana
  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 25 tahun
  • Belum menikah
  • Berpenampilan menarik
  • Tinggi minimal untuk pria 165 cm
  • Tinggi minimal untuk wanita 155 cm
  • Tidak pernah menggunakan dan / atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya

Persyaratan dokumen :

  • Surat lamaran
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Foto berwarna terbaru : Seluruh tubuh (tampilan depan dan samping), Setengah badan & Close Up
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Keterangan Sehat dari dokter
  • Surat Keterangan Bebas Narkoba

Pendaftaran

Segera kirimkan lamaran Anda ke alamat berikut :

PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Boyolali
Jl. Pandanaran No. 154 B
Boyolali, Jawa Tengah

Keterangan Lain :

  • Hanya kandidat terbaik yang akan diundang untuk mengikuti seleksi lanjutan
  • Seleksi dan rekrutmen BNI Boyolali ini tidak dipungut biaya apa pun
  • Lamaran ditunggu hingga 30 Juni 2020

Tentang BNI

Rekrutmen BNI Boyolali

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – BNI adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. BNI berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46’. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat – ‘Bank BNI’ – ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian – ’46’ – digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada akhir tahun 2012, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara sisanya 40% dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. BNI menawarkan layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh perusahaan anak: Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities dan BNI Life Insurance.

Pada akhir tahun 2012, BNI memiliki total asset sebesar Rp333,3 triliun dan mempekerjakan lebih dari 24.861 karyawan. Untuk melayani nasabahnya, BNI mengoperasikan jaringan layanan yang luas mencakup 1.585 outlet domestik dan 5 cabang luar negeri di New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura, 8.227 unit ATM milik sendiri, 42.000 EDC serta fasilitas Internet banking dan SMS banking. BNI selalu berusaha untuk menjadi bank pilihan yang menyediakan layanan prima dan solusi bernilai tambah kepada seluruh nasabah.

Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.